Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan

13 Maret 2015

Perjanjian Pada Perang Dunia II

Perang Dunia II adalah peperangan besar yang terjadi pada 1939-1945. Perang ini melibatkan banyak negara, bahkan terbentuk dua aliansi militer yang bertentangan satu sama lain, yaitu sekutu dan poros. Perang ini melibatkan lebih dari 100 juta orang sebagai pasukan militer. Negara-negara besar mengerahkan seluruh kekuatan dalam bidang Ekonomi, IPTEK, dan Industri untuk memperkuat pasukan perang, sementara Negara berkembang menjadi korbannya. Tak sedikit dampak dari perang ini, bahkan setelah berakhir pada 1945. Misalnya, perjanjian-perjanjian yang berdampak besar pada beberapa negara. Berikut beberapa diantaranya 
1.Konferensi Potsdam
Dilaksanakan tanggal 2 Sepetember 1945 antara Jerman dan Sekutu. Perwakilan Amerika adalah Harry S. Thurman,  J. Stalin dari Rusia, dan Atlee (Inggris). Isi Konferensi Postdam  :
–Jerman dibagi 2 wilayah, Jerman Barat dan Jerman Timur
–Danzig dan daerah Jerman Timur (Sungai Oder dan Nessie ) diberikan ke Polandia
–Jerman melakukan demiliterisasi
–Penjahat perang dihukum
–Jerman membayar ganti rugi perang
2. Perjanjian Perdamaian Sekutu dan Jepang
Dilaksanakan tahun 1945 di Jepang. Hasil keputusan :
–Kepulauan Jepang diberikan ke tentara Amerika
–Korilen dan Sakhalin diserahkan kepada Rusia, Manchuria, dan Taiwan diserahkan ke Cina
3. Perjanjian Perdamaian antara Sekutu dan Italia
  Daerah Italia diperkecil
–Trieste menjadi negara merdeka dibawah PBB
–Abessynia dan Albania dimerdekakan kembali
Semua daerah jajahan di Afrika Utara diambil Inggris
           Italia harus membayar kerugian

Berikut beberapa Konferensi lain yang dilakukan pada akhir Perang Dunia II 
•Konferensi Atlantik (14 Agustus 1941) melahirkan Atlantic Charter
•Konferensi Casablanca (Januari 1943) merencanakan penyerbuan tentara sekutu
•Konferensi Moscow (Oktober 1943) akan segera membentuk organisasi internasional penjamin perdamaian
•Konferensi Kairo (November 1943) akan terus bertempur sampai Jepang menyerah
•Konferensi Teheran (Desember 1943) menyatakan bahwa keputusan dalam Konferensi Kairo diterima baik oleh Stalin
•Konferensi Yalta (Februari 1945) 


Read More

26 Februari 2015

Perubahan Sosial Budaya

Perubahan sosial budaya adalah perubahan akibat adanya ketidak sesuaian antara unsur kebudayaan yang saling berbeda terdapat pada kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat. Perubahan ini disebabkan beberapa faktor dan dapat berpengaruh pada kehidupan masyarakat. Tak hanya dalam lingkup kecil, namun juga lingkup global, misalnya Globalisasi. Perubahan Sosial Budaya dapat di picu dengan beberapa faktor pendukung, atau di hambat dengan mudahnya. Berikut penjelasan singkat mengenai Perubahan sosial budaya, Faktornya, Dampaknya, dan Proses Perubahan sosial budaya serta Penyebabnya

Pengertian

Perubahan akibat adanya ketidak sesuaian antara unsur kebudayaan yang saling berbeda pada kehidupan sosial sehingga menghasilkan pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya di masyarakat

Faktor Intern

ž-Bertambah atau berkurangnya penduduk
ž-Penemuan-penemuan baru (inovation) dan gagasan baru
ž-Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat (konflik)
ž-Pemberontakan atau revolusi

Faktor Ekstern

ž-Perubahan lingkungan fisik manusia (bencana alam )
-Pengaruh kebudayaan masyarakat lain (defusi)
-Peperangan

Dampak

a. Dampak Positif
1) Kemajuan ilmu pengetahuan
2) Kebutuhan mudah terpenuhi
3) Pola pikir yang lebih maju
b. Dampak negatif
1) Dekadensi Moral
Dekadensi moral adalah merosotnya moral seseorang yang ditunjukkan dari perilakunya yang bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Contohnya perilaku pergaulan bebas di kalangan remaja maupun orang tua, prostitusi, perselingkuhan dan lain-lain.
2) Kriminalitas
Donald R. Gressey berpendapat bahwa kriminilitas adalah suatu kondisi dan proses sosial yang menghasilkan perilaku lain. Kriminalitas merupakan tindakan yang melanggar norma hukum dan menyakitkan orang lain secara langsung. Beberapa contoh yang termasuk tindak kriminalitas antara lain korupsi, pencurian, penodongan, pemerkosaan, dan pembunuhan.
3) Aksi Protes dan Demonstrasi
Demonstrasi adalah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Demonstrasi biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau menentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak. Aksi protes merupakan gerakan atau tindakan yang dilakukan secara perorangan atau untuk menyampaikan pernyataan tidak setuju yang oleh sebagian besar orang dilancarkan melalui kecaman yang pedas. Demonstrasi umumnya dilakukan oleh kelompok mahasiswa yang menentang kebijakan pemerintah/para buruh yang tidak puas dengan perlakuan majikannya. Namun demonstrasi juga dilakukan oleh kelompokkelompok lainnya dengan tujuan lainnya.
4) Konsumerisme
Konsumerisme adalah pandangan yang diikuti dengan tindakan atau perbuatan penggunaan barang dan jasa secara berlebihan. Pembelian barang-barang yang bukan kebutuhan pokok dan sifatnya hanya tersier jika dilakukan secara berlebihan dikategorikan konsumerisme.

Proses Perubahan

ž-Asimilasi : Proses penggabungan 2 kebudayan yang menghasilkan budaya baru
ž-Inovasi : Pembaharuan kebudayaan, biasanya teknologi dan ekonomi
ž-Akulturasi : Proses penggabungan 2 kebudayaan tanpa menghilangkan sifat asli keduanya
ž-Difusi : proses penyebaran unsur kebudayaan dari satu masyarakat ke masyarakat lain
ž-Discovery : suatu penemuan unsur kebudayaan baru, baik berupa alat, ide, maupun gagasan
-žInvention : discovery yang telah diakui, diterima, dan diterapkan oleh masyarakat
ž-Penetrasi, terbagi menjadi 3 :
›Simbiotik : pertemuan antara individu dari suatu masyarakat dengan individu masyarakat lain yang mengubah kebudayaan masing – masing
›Penetrasi Passifique : masuknya benda asing dengan damai
›Penetrasi Violente : masuknya kebudayaan asing dengan cara paksaan
ž-Globalisasi : proses perubahan secara mendunia, cirinya Adanya keterbukaan, Persaingan dan ketergantungan dalam perdagangan dunia, Perubahan ruang dan waktu, Interaksi kultural melalui media massa, dan permasalahan bersama
-žInteraksi : Hubungan timbal balik antara pihak pihak yang membawa unsur-unsur baru dengan masyarakat penerima. Timbal balik berupa positif dan negatif

Faktor Pendorong

-žSistem pendidikan maju
ž-Sikap menghargai orang lain dan keinginan untuk maju
ž-Sikap stratifikasi terbuka
ž-Sikap toleransi terhadap penyimpangan
ž-Penduduk yang heterogen

Faktor Penghambat

-žAdanya perasaan puas terhadap struktur budaya yang ada
ž-Adanya perasaan takut akan timbulnya goncangan-goncangan dalam masyarakat
ž-Kurang mengadakan hubungan dengan masyarakat lain yang berbeda budayanya
ž-Adanya hambatan bahasa dan geografis dalam berinteraksi dengan masyarakat lain
ž-Adanya prasangka jelek dan curiga terhadap masyarakat lain yang berbeda budayanya
ž-Kurangnya pengetahuan, wawasan, dan perkembangan pendidikan yang lamban
ž-Sikap masyarakat yang sangat tradisional
ž-Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interests
ž-Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis
ž-Adat atau kebiasaan. Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki
ž
Read More