22 Februari 2015

Sistem Saraf

Sistem saraf adalah sistem koordinasi (pengaturan tubuh) berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron. Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas memungkinkan makhluk hidup dapat menyesuaikan diri dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Jadi, iritabilitas adalah kemampuan menanggapi rangsangan.

Sistem saraf termasuk sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer (sistem saraf tepi). Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang dan sistem saraf perifer terdiri atas sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom. Sistem saraf mempunyai tiga fungsi utama, yaitu menerima informasi dalam bentuk rangsangan atau stimulus; memproses informasi yang diterima; serta memberi tanggapan (respon) terhadap rangsangan.
·        -Struktur sel Saraf
o   Dendrit, yaitu penjuluran dari badan sel, berfungsi untuk menerima sinyal saraf dari reseptor ke badan sel.
o   Badan Sel, yaitu bagian yang mengembang pada sel saraf, berfungsi untuk mengatur aktivitas sel
o   Akson, yaitu penjuluran dari badan sel, berfungsi untuk menghantarkan sinyal saraf ke sel saraf lainnya atau efektor.
o   Telodendrion, yaitu percabangan dari Akson.
·         -Macam Sel saraf
o   Sensorik, Membawa Rangsang dari Indra/reseptor ke saraf pusat.
o   Motorik, membawa respob dari sarad pusat ke indra(otot atau kelenjar)
o   Interneuron, Penghubung antar sel. Dibagi 2:
o  Konektor, berada di luar otak
o  Ajustor, berada di dalam otak
·         -Sistem Saraf Pusat
o   Otak
o  Otak adalah ujung depan tabung saraf yang mengalami pembengkakan.
o  Otak dilindungi oleh :
·         Durameter, menempel pada tulang tengkorak
·         Arachnoid, berada di bagian tengah
·         Piameter, menempel ke otak.
o  Otak terdiri dari :
·         Otak besar (Cerebrum)
o   Lobus Olfaktoris (Pusat penciuman)
o   Lobus Oksipitalis (Pusat penglihatan)
o   Lobus temporalis (Pusat pendengaran)
o   Lobus parietalis depan (Pusat gerak sadar)
o   Lobus parietalis belakang (Pusat sensasi dari kulit)
·         Otak tengah (Mesencephalon)
o   Berhubungan dengan refleks mata, kontraksi otot terus menerus dan posisi tubuh
·         Otak depan (Diencephalom)
o   Thalamus, masuknya seluruh sel saraf indera kecuali bau
o   Hipothalamus, mengatur suhu tubuh, lapar dan agresivitas.
·         Otak kecil (Cerebellum)
o   Berperan dalam koordinasi motorik dan keseimbangan tubuh
o   Dibawahnya terdapat jembatan varol. Dimana serabut saraf dari tubuh bagian kiri masuk ke otak kanan, begitupula sebaliknya.
·         Sumsum lannjutan (Medula Oblongata)
o   Berperan dalam refleks fisiologis. Misal bernapas
o   Sumsum Tulang Belakang
o  Merupakan tabung saraf yang memanjang.
o  Berfungsi untuk ;
·         Menghubungkan saraf menuju otak
·         Pengaturan gerak refleks motorik
·         Sistem Saraf Tepi (Perifer)
o   Yaitu sistem saraf yang keluar dari otak atau sumsum tulang belakang.
o   Dibagi dua, yaitu :
o  Cranial, sistem saraf yang keluar dan masuk otak. Ada 12 pasang
o  Spinal, sistem saraf yang keluar masuk sumsum tulang belakang. Ada 31 pasang
·         Sistem saraf Autonom
o   Sistem saraf yang mengatur kondisi tubuh secara automatis.
o   Dibagi dua, yaitu :
o  Simpatik
·         Untuk mengkondisikan tubuh dalam keadaan siaga. Contohnya peningkatan detak jantung, pupil melebar, menaikkan tekanan darah, dsb.
o  Parasimpatik
·         Untuk mengkondisikan tubuh dalam keadaan rileks. Contohnya penurunan detak jantung, pupil menyempit, menurunkan tekanan darah, dsb.
·         Gangguan Sistem Saraf
o   Meningitis, yaitu radang selaput otak oleh infeksi virus, bakteri atau mikroorganisme lain.
o   Hidrocephalus, yaitu penambahan cairan serebrospinal karena produksi berlebih atau gangguan pada absorpsi cairan tsb.
o   Alzheimer, yaitu penyakit degeneratif pada usia lanjut, menyebabkan penurunan daya ingat.

o   Parkinson, yaitu penyakit degeneratif saraf dengan gejala tremor, sulit bergerak dan kaku otot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar